Surabaya City

Semuanya tentang Surabaya

Posts Tagged ‘Infrastruktur

Alur Pelayaran

with one comment

terminal-berlianAlur Pelayaran

Alur pelayaran barat merupakan alur utama untuk memasuki pelabuhan Tanjung Perak yang panjangnya 25 mil laut, lebar 100 meter dengan kedalaman bervariasi antara 9,7 sampai 12 meter A.R.P dilengkapi dengan 24 bouy dan stasiun pandu di Karang Jamuang yang siap melayani 24 jam. Alur lainnya yaitu alur pelayaran timur yang panjangnya 22,5 mil laut dan lebar 100 meter A.R.P dilengkapi dengan 8 bouy.

Bunker

Pelayanan bunker dilaksanakan oleh Pertamina melalui pipa dermaga yang terdiri dari :

  • Jamrud Utara       : 6 tempat (khusus MDF)
  • Jamrud Selatan   : 5 tempat
  • Berlian Timur       : 3 tempat
  • Berlian Barat         : 4 tempat

Pelayanan bunker lainnya dilakukan oleh swasta melalui tongkang dan mobil tangki.

Dermaga

No

Nama Dermaga

Luas M2

Kedalaman (m/lws)

1

Jamrud Utara

1.200

-9.2

2

Jamrud Barat

160

160

3

Jamrud Selatan

800

-8.0

4

Perak

140

-7.0

5

Berlian Timur

785

-9.0

6

Berlian Barat

700

-9.5

7

Berlian Utara

140

-4.0

8

Nilam Timur

140

-4.0

9

Mirah

640

-7.0

10

Intan

100

-4.0

11

Kalimas

2.270

-2.0

12

Ternimal Peti Kemas Antar Pulau I

450

-7.5

13

Terminal Peti Kemas Antar Pulau II

450

-8.0

14

Terminal Peti Kemas Internasional II

500

-10.5

15

Terminal Peti Kemas Internasional III

500

-10.5

Terminal

Fasilitas terminal yang ada di Pelabuhan Tanjung Perak terdiri dari Terminal Kontainer (dengan Nomor Deskripsi UTPK I, UTPK II) dan terminal Konvensional, antara lain :

  • Terminal Jamrud dengan nomor Keterangan Jamrud Utara, Jamrud Selatan dan Jamrud Barat (Peruntukan Samudera Penumpang antar pulau).
  • Terminal Berlian dengan nomor Keterangan Berlian Timur, Berlian Barat (Peruntukan Samudera)
  • Terminal Nilam dengan nomor Keterangan Nilam (Peruntukan Barang Curah, Barang Cair)
  • Terminal Mirah dengan nomor Keterangan Mirah (Peruntukan Antar Pulau)
  • Terminal Intan dengan nomor Keterangan Intan (Peruntukan Bongkar Minyak)
  • Terminal Kalimas dengan nomor Keterangan Kalimas (Peruntukan Kapal Layar, Kapal Ferry)
  • Terminal Penyeberangan dengan nomor Keterangan Terminal Ujung I, Ujung II (Peruntukan Kapal Ferry)
  • Terminal Penumpang dengan nomor Keterangan Terminal Gapura Nusantara, Gapura Surya (Peruntukan Ekonomi Klas)

Written by danny

December 14, 2008 at 5:52 pm

Posted in Infrastruktur

Tagged with

Transportasi Darat

with one comment

terminal1Transportasi tidak lagi sebatas pada memindahkan barang dan manusia dari satu tempat ke tempat lainnya. Lebih jauh lagi, transportasi merupakan unsur utama pembentuk kota yang berkaitan erat dengan banyak hal, termasuk kegiatan perekonomian, kesehatan manusia bahkan lingkungan hidup.

Ada tiga jenis transportasi yang berkembang di kota Surabaya yaitu transportasi darat, laut dan udara. Untuk transportasi darat ada 2 pilihan yaitu melalui jalan darat atau melalui jalur kereta api. Transportasi umum yang saat ini tersedia di Surabaya ada beberapa macam, antara lain bus kota, angkutan kota, taksi, kereta api komuter. Angkutan kota dan angguna merupakan transportasi publik yang paling banyak dijumpai karena paling ekonomis dan rute yang dilalui cukup banyak (57 rute) serta bisa mencapai jalan-jalan yang kecil.

Disparitas antara sistem sediaan (supply) dengan sistem permintaan (demand) jalan di Surabaya secara realitas menunjukkan, panjang jalan di kota Surabaya adalah 2.035,95 km (571,99 km jalan arteri dan kolektor serta 1.404,67 km jalan lokal).

Surabaya memiliki 5 terminal utama bus kota dan antar kota yaitu Purabaya, Osowilangun, Jembatan Merah, Joyoboyo dan Bratang. Sedangkan untuk Kereta Api di Surabaya ada 4 stasiun yaitu Gubeng, Semut, Pasar Turi dan Wonokromo.

Jalur Kereta Api yang paling padat penumpangnya adalah jalur Surabaya – Malang, Surabaya – Banyuwangi dan dari Surabaya ke luar propinsi Jawa Timur. Selain mengangkut penumpang kereta api juga dimanfaatkan untuk mengangkut barang yang volumenya cukup besar. Sedangkan untuk perjalanan jarak pendek dari arah Surabaya – Sidoarjo dan Surabaya – Lamongan dilayani dengan kereta api komuter dengan waktu perjalanan yang cukup singkat sekitar 30 menit.

Written by danny

November 27, 2008 at 6:03 pm

Posted in Infrastruktur

Tagged with